Home Makanan Khas Pisang Goreng Pontianak

Site Counter

Anggota : 162
Konten : 72
Web Link : 6
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini47
mod_vvisit_counterKemarin62
mod_vvisit_counterMinggu Ini549
mod_vvisit_counterBulan Ini316
mod_vvisit_counterSeluruhnya27308
Ulti Clocks content
module by Inspiration
Pisang Goreng Pontianak PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 20 Mei 2009 12:35

Bila Anda berkunjung ke Kota Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, jangan lupa menikmati salah satu menu andalan daerah yang dijuluki dengan Kota Khatulistiwa ini, yaitu pisang goreng Pontianak. Sebab, pisang goreng Pontianak telah menjadi ikon wisata kuliner kota yang berada di tepi Sungai Kapuas tersebut, di samping aneka makanan dan minuman yang berbahan dasar daun lidah buaya (aloe vera) tentunya.

Pisang goreng asli Pontianak disayat tipis-tipis menjadi 4 hingga 7 potong, di mana bentuknya menyerupai sebuah kipas. Seiring dengan berjalannya waktu, pisang goreng Pontianak juga mengalami “modifikasi”. Salah satu dari modifikasi tersebut adalah dua buah pisang dijadikan satu dan lalu digoreng, sehingga terkesan lebih besar dari sebelumnya yang hanya terdiri dari satu buah pisang. Begitu juga dengan bentuknya, yang tidak mesti menyerupai sebuah kipas, tapi bisa juga seperti fried chicken, crispy nugget, atau ayam kremes.

Maka, bagi Anda yang berada di Kota Pontianak, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pisang goreng yang sudah terkenal ke berbagai kota di Indonesia dan luar negeri ini, seperti Malaysia dan Belanda.

Kekhasan pisang goreng Pontianak terletak pada bahan bakunya yang menggunakan pisang gepok atau pisang nipah. Jenis pisang ini dipilih karena kandungan kadar airnya sedikit sehingga ketika digoreng tidak lembek. Agar aroma goreng pisang lebih harum, minyak yang akan digunakan untuk menggoreng terlebih dahulu diberi daun pandan.

Hal lain yang membedakan pisang goreng Pontianak dengan pisang goreng dari daerah lain di Nusantara adalah pada proses penggorengannya. Bila pisang goreng di daerah lain pada umumnya digoreng satu kali, pisang goreng Pontianak digoreng dua kali pada dua tempat penggorengan yang berbeda. Pada tahap pertama, pisang digoreng setengah matang. Sedangkan pada tahap kedua, pisang digoreng hingga matang. Bahkan, untuk mendapatkan hasil yang lebih garing, pisang tersebut digoreng hingga tiga kali.

Menu yang enak disantap pada pagi atau sore hari dengan ditemani segelas kopi atau teh ini akan lebih nikmat lagi apabila ditambahkan srikaya, selai, coklat, margarin, dan kacang pada pisang gorengnya.

Selain itu, pisang goreng Pontianak juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga atau kolega. Sebab, pisang goreng Pontianak tahan sampai seharian tanpa mengurangi citarasa serta tetap garing dan renyah. Bahkan, pisang yang digoreng separoh matang dapat bertahan tiga hingga empat hari. Setibanya di tempat tujuan, baru digoreng sampai matang.

Bagi wisatawan yang berada di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, dapat dengan mudah menemukan penjual pisang goreng Pontianak di berbagai tempat di Kota Khatulistiwa tersebut.

Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 300—600 per potong, pelancong sudah dapat menikmati pisang goreng Pontianak yang empuk dan gurih tersebut (November 2008).
LAST_UPDATED2
 
Hakcipta © 2010 Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak.
Semua Hak Dilindungi.
 
Minggu, 05 September 2010

Pengunjung Online

Kami memiliki 11 Tamu online
Webbkppontianak

Admin Chat

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak
Jl. Pelabuhan Laut
Pontianak
0561 732995
support: admin@bkppontianak.web.id