|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 01 Mei 2009 23:09 |
|
Tugu Khatuslitiwa Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941, dari v.en.w oleh opsiter wiese dikutip dari bijdragentot de geographe dari chep van den topographischan dien in nederlandsch indie : den 31 sten maart 1928 telah datang di pontianak satu ekspedisi internasional yang dipimpin oleh seorang ahli geographie berkebangsaan belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota pontianak dengan konstruksi sebagai berikut : 1. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan tanda panah. 2. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan tanda panah. 3. Tahun 1938 tugu asli dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opsiter/architech silaban dengan ukuran sebagai berikut : “bangunan tugu terdiri dari 4 (empat) buah tonggak belian, |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 01 Mei 2009 23:07 |
|
Pantai Pasir Panjang Pantai Pasir Panjang adalah Obyek wisata yang paling menarik di Singkawang Pantai ini dapat dicapai dengan kendaraan selama 20 menit (17 Km) dari pusat Kota Singkawang ke arah Pontianak. Pantai sepanjang 3 Km ini memiliki pasir yang putih dan air yang tenang. Kondisi jalan masuk telah beraspal dan tersedia kendaraan umum menuju ke tempat ini. Pantai dengan keindahan hamparan pasir putih dan bebatuan serta panorama alamnya yang masih alami, ditambah dengan dengan air laut yang tenang dan jernih menambah indahnya suasana terutama pada saat matahari terbit dan terbenam. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 29 April 2009 15:10 |
|
Gambaran Kondisi Perekonomian Kalimantan Barat PENDAPATAN REGIONAL Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari pertumbuhan angka PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Saat ini umumnya PDRB baru dihitung berdasarkan dua pendekatan, yaitu dari sisi sektoral/lapangan usaha dan dari sisi penggunaan. Selanjutnya PDRB juga dihitung berdasarkan harga berlaku dan harga konstan. Total PDRB menunjukkan jumlah seluruh nilai tambah yang dihasilkan oleh penduduk dalam periode tertentu. 12.1. PDRB Menurut Lapangan Usaha PDRB Kalbar atas dasar harga berlaku tahun 2006 mencapai Rp.33,71 trilyun dengan kontribusi terbesar diberikan oleh sektor pertanian (27,13%), sektor perdagangan, hotel dan restoran (22,69%), dan sektor industri pengolahan (18,53%). Struktur ekonomi ini masih menempatkan sektor pertanian sebagai leading sector. Namun, jika dilihat dari strukturnya selama lima tahun terakhir tampak terjadi pergeseran sektoral, dimana sektor industri pengolahan mulai menurun peranannya digantikan oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 29 April 2009 15:09 |
|
Kondisi Sosial Budaya Daerah Kalimantan Barat Pendidikan Salah satu indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan sumber daya manusia adalah melalui sektor pendidikan. Perkembangan dunia pendidikan di Kalimantan Barat tampaknya cukup memprihatinkan terutama di tingkat pendidikan dasar. Jumlah prasarana SD terus bertambah menjadi 3.972 selama tahun 2007/2008, demikian pula jumlah muridnya mengalami peningkatan 6,44 persen dari tahun sebelumnya atau dari 574.551 murid pada tahun 2005/2006 menjadi 593.812 murid pada tahun 2007/2008. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 29 April 2009 15:05 |
|
Kondisi Geografis Daerah Kalimantan Barat 1.1. Letak Wilayah Propinsi Kalimantan Barat terletak di bagian barat pulau Kalimantan atau di antara garis 2o08 LU serta 3005 LS serta di antara 108o0 BT dan 114o10 BT pada peta bumi. Berdasarkan letak geografis yang spesifik ini maka, daerah Kalimantan Barat tepat dilalui oleh garis Khatulistiwa (garis lintang 0o) tepatnya di atas Kota Pontianak. Karena pengaruh letak ini pula, maka Kalbar adalah salah satu daerah tropik dengan suhu udara cukup tinggi serta diiringi kelembaban yang tinggi. Ciri-ciri spesifik lainnya adalah bahwa wilayah Kalimantan Barat termasuk salah satu propinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara asing, yaitu dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur. Bahkan dengan posisi ini, maka daerah Kalimantan Barat kini merupakan satu-satunya propinsi di Indonesia yang secara resmi telah mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara asing. Hal ini dapat terjadi karena antara Kalbar dan Sarawak telah terbuka jalan darat antar negara Pontianak - Entikong - Kuching (Sarawak, Malaysia) sepanjang sekitar 400 km dan dapat ditempuh sekitar enam sampai delapan jam perjalanan. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
Halaman 4 dari 4 |